Secara sepintas pemahaman frasa rawan kecelakaan bermakna ‘banyak kecelakaan’, dan frasa rawan pangan bermakna ‘kurang pangan’. Dari pemahaman sepintas itu dapat dikatakan bahwa kata rawan memunculkan makna ‘banyak’ dan ‘kurang’. Hal ini dapat menimbulkan kerancuan.
Mengapa? Karena terdapat dikotomi. Dalam sebuah kata, terdapat dua buah makna yang saling bertolak belakang. Benarkah hal itu?
Untuk bisa menjelaskan apa sebenarnya makna kata rawan dan mengapa bisa mengarah menjadi makna ‘kurang’ dan ‘banyak’, dapat diawali dengan melihat makna kata rawan di dalam kamus.
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendaftarkan empat buah kata rawan sebagai bentuk berhomonim (kata yang sama pengucapan dan ejaannya, tetapi berbeda maknanya). Namun, yang dapat menurunkan makna dalam frasa rawan kecelakaan dan rawan pangan adalah ‘mudah menimbulkan gangguan keamanan atau bahaya’.
Frasa rawan kecelakaan memiliki pengertian ‘di tempat atau daerah tersebut mudah terjadi atau sering terjadi bahaya kecelakaan’. Pengertian ‘mudah terjadi atau sering terjadi’ menampilkan pula pengertian ‘banyak terjadi’. Sebaliknya, frasa rawan pangan di samping memberi pengertian ‘menimbulkan bahaya’ juga memberi pengertian ‘bahaya itu muncul karena ketiadaan atau kekurangan pangan’.
Sepertinya itulah yang menyebabkan munculnya makna ‘banyak’ untuk frasa rawan kecelakaan dan makna ‘kurang’ untuk frasa rawan pangan. Perhatikan keterkaitan kata rawan dengan makna ‘banyak’ dan ‘kurang’ berikut ini.
Pengertian ‘banyak’ dalam frasa rawan kecelakaan sebagai makna ikutan dari makna ‘mudah menimbulkan gangguan keamanan atau bahaya’. Karena gangguan atau bahaya itu akan terjadi kalau banyak atau sering terjadi kecelakaan. Pengertian ‘kurang’ dalam frasa rawan pangan ialah sebagai makna ikutan dari makna ‘mudah menimbulkan gangguan keamanan atau bahaya’. Karena gangguan atau bahaya itu akan terjadi apabila kekurangan atau ketiadaan pangan.
Yang satu muncul sebagai bahaya kalau kekurangan atau ketiadaan dan yang lain muncul sebagai bahaya kalau seringkali atau banyak terjadi.
