Jumat, Agustus 28, 2009

Singkatan dan Akronim

Singkatan ialah bentuk yang dipendekkan yang terdiri atas satu huruf atau lebih. Sedangkan akronim, ialah singkatan yang berupa gabungan huruf awal, gabungan suku kata, ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata.
Khusus untuk pembentukan akronim, hendaknya memperhatikan syarat-syarat sebagai berikut.
(1) Jumlah suku kata akronim jangan melebihi jumlah suku kata yang lazim pada kata Indonesia.
(2) Akronim dibentuk dengn mengindahkan keserasian kombinasi vocal dan konsonan yang sesuai dengan pola kata Indonesia yang lazim.
Pedoman pembentukan singkatan dan akronim diatur dalam Keputusan Mendikbud RI Nomor 0543a/U/198, tanggal 9 September 1987 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.
1. Singkatan
a. Singkatan nama orang, nama gelar, sapaan, jabatan atau pangkat diikuti dengan tanda titik.
Misalnya :
Muh. Yamin
Suman Hs.
M.B.A. (master of business administration)
M.Sc. (master of science)
S.Pd. (Sarjana Pendidikan)
Bpk. (bapak)
Sdr. (saudara)
Kol. (Kolonel)
b. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, serta nama dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal kata ditulis dengan huruf capital dan tidak diikuti tanda titik.
Misalnya :
MPR (Majelis Perwakilan Rakyat)
PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia)
KTP (Kartu Tanda Penduduk)
c. Singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu titik.
Mislnya :
dsb. (dan sebagainya)
hlm. (halaman)
sda. (sama dengan atas)
d. Singkatan umum yang terdiri atas dua huruf, setiap huruf diikuti titik.
Mislnya :
a.n. (atas nama)
d.a. (dengan alamat)
u.b. (untuk beliau)
u.p. (untuk perhatian)
e. Lambang kimia, singkatan satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang tidak diikuti tanda titik.
Misalnya :
Cu (kuprum)
cm (sentimeter)
l (liter)
kg (kilogram)
Rp (rupiah)
2. Akronim
a. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital.
Misalnya :
ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia)
LAN (Lembaga Administrasi Negara)
SIM (surat izin mengemudi)
b. Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf kapital.
Misalnya:
Akabri (Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia)
Iwapi (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia)
Sespa (Sekolah Staf Pimpinan Administrasi)
Pramuka (Praja Muda Karana)
c. Akronim yang buka nama diri yang berupa gabungan, suku kata, ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kecil.
Misalnya:
pemilu( pemilihan umum)
rapim (rapat pimpinan)
rudal (peluru kendali)
tilang (bukti pelanggaran)

* diambil dari buku EYD

Jumat, Juni 05, 2009

Ketika Hati Tak Ingin Bicara

Siang begitu panas begitu juga suasana hati ku, tak tahu mengapa. Dibohongi sahabat apa enak? Tidak pernah ada keraguan atas apa yang diucapkannya. Tapi baru menyadari dan melihat kenyataan bahwa dia bohong buat hati ini terasa sakit. Apa dia punya hak untuk berbuat seperti itu? Tidak.
Ya udah lah, gak usah dipikirin... Tapi gak bisa... Perasaan mempercayainya yang membuat hati mengatakan bahwa semua itu gak mungkin dia lakukan. Apa ketulusan ku kurang ketika memperlihatkan bahwa setiap kali dia berbuat seperti itu aku dengan tulus memaafkannya? Sahabat macam apa dia sebenarnya???
Lama-lama eneg juga dengan semua ini..., semua persahabatan ini...

Jumat, Mei 15, 2009

demam facebook

"Facebook lagi.... facebook lagi..."

Nyanyian Joni terdengar pagi, siang, atau sore kalau udah ada yang ngases facebook di ruangan komputer. Padahal yang ngomong sendiri update banget tuh facebooknya. He he he...

Dari yang tua ampe yang muda punya facebook, tapi ada juga yang konsisten dengan pendiriannya yang gak mau facebook2an... he he... bravo... ditengah-tengah demam facebook yang meraja lela....

Gak apa-apa lah, bagi yang belum punya facebook ayo rame-rame ke ruang komputer ntar dini ajarin...

he he...